Berlapis Pantun Penuntun
Farhan, kata itu yang terlintas di
kepalaku.
Safira, demikian nama kelinci yang dipeliharanya penuh
teliti.
Hidup sehat, impian yang diakui jujur tanpa malu.
Maka 4 sehat 5
sempurna makan kita agar gizi terpenuhi.
Fahmi sedang nikmat menyantap roti bakar.
Tiba-tiba Devi menambahkan air garam.
Sifat yang dimiliki orang bijak adalah Sabar.
Mengambil keputusan dengan sabar bukti pikiran yang
mendalam.
Azizah takut dikejar anjing tetangga.
Anjing itu dimiliki Supriati.
Ilmu mudah dituntut bukan berarti hati bisa berbangga.
Karena ilmu subur merekah dengan hati.
Adit sedang menyapu halaman.
Cintia tiba-tiba melempar wafer coklat.
Jika diri menjadi buah baik pembicaraan.
Tanda harapan banyak orang mengikat.
Pitaloka sedang memotong timun.
Dari belakang Ami mendorongnya jatuh.
Dosa dihapus karena kepada Tuhan memohon ampun.
Pahala berlipat karena iklas beramal semakin utuh.
Wisnu berteriak di pinggir jalan.
Aam memukulnya dengan sapu.
Senyuman tulus awal baik dari pertemanan.
Kepercayaan mampu menjadikan kita bersatu.
Aydha memasak sosis Solo.
Arian melemparnya dengan sekilo bawang.
Manusia tempatnya salah, lo!
Jangan mudah membenci karena maaf adalah perekat hubungan
tak berbilang.
Ovi berduaan dengan Alif.
Orang-orang jadi menghindari.
Dunia bukan tempatnya insan naif.
Waspada harus lahir dari pikiran dan hati.
Bantul, 18 Juni 2026